Jumat, 09 November 2012

Gaya Hidup Yang Membahayakan Kesehatan Pria

0 komentar
Pepatah yang mengatakan ‘Lebih baik mencegah daripada mengobati’ sangat tepat dijalankan dalam hal menjaga kesehatan. Tetapi tetap saja banyak orang yang tidak menghargai kesehatan yang telah didapat hingga menyesal nantinya saat menderita sakit.
Saat ini kurang lebih setengah dari orang yang meninggal lebih cepat dari angka harapan hidup adalah karena disebabkan oleh faktor gaya hidup. Gaya hidup yang berpengaruh buruk terhadap kesehatan diantaranya adalah merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang kurang baik & kurangnya olahraga.
Pria juga lebih rentan untuk mengalami penyakit akibat gaya hidup karena faktor kedekatan gaya hidup tersebut dengan aktivitas pria sehari-hari. Seperti misalnya faktor merokok, banyak yang masih menganggap bahwa hal yang wajar apabila pria merokok, bahkan kebiasaan tersebut telah dimulai sejak masa anak-anak. Padahal rokok sangat berbahaya bagi kesehatan & mempunyai efek negatif terhadap hampir semua organ tubuh. Demikian juga dengan faktor lain seperti konsumsi alkohol & stres.
Masalah lingkungan seperti polusi air & udara sebenarnya juga turut menyumbang terhadap terjadinya angka kematian yang lebih cepat dari angka harapan hidup. Tetapi tetap saja faktor yang dominan adalah akibat dari gaya hidup kita sendiri. Sehingga walaupun kita tak dapat menghindari faktor polusi lingkungan, kita tetap dapat menjaga kesehatan dengan cara merubah gaya hidup kita supaya menjadi lebih sehat.
Gaya Hidup Yang Beresiko

  • Merokok
Tembakau pada rokok mempunyai efek negatif hampir pada seluruh organ tubuh. Di seluruh dunia tembakau diperkirakan sebagai penyebab 6 juta kematian setiap tahunnya. Asap rokok juga berbahaya bagi perokok pasif, yaitu orang yang secara tidak langsung turut menghisap asap rokok dari perokok aktif.
Efek jangka pendek dari merokok adalah adanya gangguan pada saluran pernafasan seperti batuk, demam, bronchitis, dan pneumonia. Sedangkan efek jangka panjang dari merokok sangat banyak. Ada beberapa penyakit yang dihubungkan dengan akibat merokok seperti kanker pada mulut, tenggorokan, paru-paru, perut, ginjal, kandung kemih, dan pankreas.
Sekitar sepertiga penyakit kanker berhubungan dengan rokok & 90% penyakit kanker paru-paru juga dihubungkan dengan rokok. Merokok mengurangi sirkulasi darah & mempersempit pembuluh darah, mengurangi kadar oksigen dalam darah & meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Merokok juga meningkatkan resiko terjadinya stroke, dan katarak.
Cara Berhenti Merokok
Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk merencanakan berhenti merokok, yaitu :
- Bersiap

  • Buatlah daftar alasan untuk berhenti merokok (seperti: karena alasan kesehatan, menghemat uang dll)
  • Buatlah catatan mengenai kapan mulai merokok & pemicunya
  • Carilah informasi mengenai program berhenti merokok baik melalui website atau buku
  • Buatlah jadwal kapan akan mulai berhenti merokok (pada saat itu singkirkan semua hal yang berhubungan dengan rokok, seperti: asbak, korek api, rokok, wadah rokok dll)

- Cari dukungan

  • Konsultasi ke tenaga kesehatan mengenai cara untuk berhenti merokok
  • Bergabung dengan program berhenti merokok
  • Bergabung dengan grup pendukung berhenti merokok
  • Mintalah dukungan juga dari teman dan keluarga mengenai rencana anda
  • Buatlah catatan mengenai apa yang dirasakan selama proses tersebut

- Strategi mengatasi stress atau keinginan untuk merokok kembali

  • Coba pelajari yoga, meditasi atau latihan pernapasan
  • Konsultasi dengan tenaga kesehatan
  • Bila perlu dapat dipertimbangkan untuk menggunakan obat untuk menghentikan merokok atau terapi nikotin pengganti
Bila ternyata anda masih merokok kembali, jangan putus asa. Fokuslah pada niat anda untuk berhenti merokok. Tetapkan kembali waktu anda untuk berhenti merokok kembali, ingatlah bahwa banyak orang yang baru berhasil berhenti merokok setelah mencoba beberapa kali.



  • Minum Alkohol

Konsumsi alkohol mulai menjadi kebiasaan saat ini, baik karena faktor lingkungan pergaulan ataupun karena tuntutan pekerjaan. Konsumsi alkohol yang berlebih dapat meningkatkan resiko terjadinya masalah kesehatan seperti gangguan hati atau kecelakaan yang tak disengaja. Alkohol adalah hasil fermentasi dari ragi dengan nama kimia etil alkohol atau ethanol. Alkohol biasanya terdapat dalam minuman seperti bir, anggur ataupun minuman keras lainnya.
Alkohol mempengaruhi organ tubuh, karena menekan sistem saraf pusat. Sebenarnya alkohol dimetabolisme di hati oleh enzim, tetapi hati hanya dapat memetabolisme alkohol dalam jumlah sedikit, sehingga sisanya akan memasuki peredaran darah & berefek terhadap sistem saraf. Efek dari alkohol sangat tergantung dari jumlah alkohol yang dikonsumsi.
Konsumsi alkohol yang berlebih sering dihubungkan dengan beberapa masalah kesehatan, seperti:

  • Penyakit kronis seperti sirosis hati (kerusakan pada sel hati), pankreatis (peradangan pada pankreas); berbagai jenis kanker termasuk kanker hati, mulut & tenggorokan; tekanan darah tinggi dan gangguan psikologi.
  • Kecelakaan yang tidak disengaja akibat pengaruh dari alkohol seperti kecelakaan kendaraan bermotor, tenggelam, terbakar dll.
  • Kekerasan dalam rumah tangga seperti penyiksaan terhadap anggota keluarga atau melukai diri sendiri.
  • Sindrom kematian mendadak akibat overdosis alkohol.

Untuk mengatasi masalah ketergantungan alkohol sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, termasuk cara untuk mengatasi sindrom ketergantungan kembali.

  • Kelebihan Berat Badan

Masalah berat badan saat ini menjadi masalah utama di seluruh dunia akibat dari perubahan pola makan dan gaya hidup. Orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan kemungkinan besar akan menderita penyakit diabetes, penyakit pembuluh darah (penyakit jantung) dan penyakit kandung empedu. Mereka juga beresiko untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi, masalah pada persendian (seperti arthritis) dan masalah pernapasan (seperti asma dan sleep apnea) serta kemungkinan untuk menderita stroke.
Banyak faktor yang menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan seperti; gaya hidup (kurang olahraga), kondisi medis tertentu (hipotiroidisme) ataupun karena faktor genetik/keturunan. Ketika seseorang mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang dikeluarkan maka akibatnya akan timbul obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini karena kalori yang berlebih dalam tubuh akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak & kecuali program penurunan berat badan dilakukan maka akan semakin banyak lemak yang tersimpan didalam tubuh setiap hari.
Walaupun penyebab utama masalah kelebihan berat badan adalah karena konsumsi kalori yang berlebih dan kurangnya olahraga, tetapi ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi seperti:

  • Kurangnya sarana olahraga/ruang terbuka di daerah tempat tinggal
  • Banyak yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan dibandingkan berjalan kaki
  • Lebih banyak jajanan yang mengandung kalori berlebih dibandingkan makanan sehat
  • Banyak yang lebih memilih makanan cepat saji dibandingkan masakan rumah yang sehat
  • Banyak juga orang yang mengalami kenaikan berat badan saat berhenti merokok, hal ini karena makanan akan terasa lebih enak & juga nikotin tidak lagi mempercepat proses pembakaran kalori
  • Konsumsi alkohol juga dapat menaikkan berat badan karena alkohol dapat meningkatkan nafsu makan

Obesitas atau kelebihan berat badan membahayakan karena dapat menimbulkan komplikasi seperti:

  • Meningkatkan resiko terkena kanker usus besar, kanker anus, kanker prostat, kanker kandung empedu, kanker rahim, kanker payudara, dan kanker saluran kencing.
  • Diabetes (obesitas merupakan penyebab utama diabetes tipe 2) hal ini karena timbunan lemak dalam tubuh meningkatkan kadar gula darah dan membuat insulin tidak bekerja secara efektif
  • Masalah emosional (sering dikaitkan dengan masalah persepsi/pendapat orang yang lebih menghargai orang langsing dibandingkan dengan orang gemuk) sehingga membuat orang gemuk menjadi mudah depresi
  • Gangguan pada fungsi hati (ketika lemak berlebih terakumulasi di hati dapat menimbulkan peradangan pada hati atau bahkan sirosis hati)
  • Masalah pada kandung empedu (karena tingginya kadar kolesterol didalam kandung empedu, maka penderita obesitas lebih mudah untuk menderita batu empedu)
  • Penyakit gout & osteoarthritis (berat badan yang berlebih memberikan beban ekstra pada sendi pada saat bergerak, terutama didaerah lutut dan pinggul, hal ini menyebabkan jaringan tulang rawan didaerah tersebut akan menjadi cepat rusak dan menimbulkan rasa sakit saat bergerak)
  • Penyakit jantung
  • Penyakit tekanan darah tinggi
  • Adanya lemak di dalam darah dapat mengakibatkan timbulnya penyumbatan pada pembuluh darah (bisa menimbulkan terjadinya stroke atau penyempitan pada pembuluh darah)
  • Masalah sleep apnea (berhenti bernafas saat tidur). Pada beberapa kasus orang yang mengalami kelebihan berat badan bisa beresiko mengalami sleep apnea karena menyempitnya saluran pernafasan

Terapi untuk penanganan kelebihan berat badan:

  • Secara umum, hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi obesitas adalah program penurunan berat badan. Dengan pengurangan berat badan sebanyak 5-10% pasien akan mulai merasakan manfaatnya. Rata-rata penurunan berat badan yang aman & ideal dilakukan adalah sekitar ½-1 kg seminggu.
  • Pengaturan pola makan, program latihan olahraga bisa dilakukan untuk menunjang program penurunan berat badan.
  • Pada beberapa kasus pemberian obat-obatan (baik yang dengan resep dokter atau yang dibeli bebas) & operasi mungkin diperlukan untuk penanganan masalah berat badan ini.


  • Stres

Stres adalah respon tubuh terhadap perubahan fisik, mental, emosional, kondisi ataupun lingkungan pada seseorang. Stres dapat disebakan oleh faktor yang berasal dari luar (seperti lingkungan) ataupun oleh faktor yang berasal dari dalam (seperti tingkah laku, perasaan dll). Penyebab umum dari stress adalah karena penyakit, kecelakaan, rasa takut/kehilangan, dan rasa cemas.
Setiap orang mempunyai respon yang berbeda terhadap stres. Respon stres sendiri berlangsung cepat & dapat mempengaruhi fungsi tubuh, motivasi ataupun produktivitas kerja. Reaksi tubuh terhadap stres dimulai dan dikontrol oleh sistem saraf pusat (terletak di otak & tulang belakang). Sebagai respon terhadap stres maka otak memberikan sinyal kepada kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormone (adrenalin (ephinephrine) dan norephinephrine) yang nantinya akan menimbulkan respon menyerah atau berjuang untuk menghadapi stres.
Kemudian otak juga akan memicu pengeluaran hormone lain seperti kortisol yang berfungsi untuk menjaga respon stres tersebut. Efek dari pengeluaran hormon tersebut antara lain:

  • Perubahan pada saluran cerna (disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke otot & berkurangnya aliran darah ke saluran cerna)
  • Pelebaran pembuluh darah
  • Mempercepat pernapasan
  • Mempercepat denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah (disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke otak)
  • Meningkatnya kadar gula darah (untuk menyediakan energy lebih)

Pengelolaan stres dapat dilakukan dengan manajemen stres, seperti:

  • Sebisa mungkin hindari situasi yang dapat menimbulkan stres
  • Makanlah selalu makanan yang sehat
  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Cukup istirahat
  • Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti membaca, menonton, mendengarkan musik, bersantai bersama teman dll.
  • Kurangi konsumsi alkohol & kafein
  • Cobalah untuk fokus pada sikap positif

Ubahlah Gaya Hidup demi Kesehatan anda
Jadi sebelum terlambat mulai ubahlah gaya hidup anda supaya kesehatan tetap terjaga.
newer post

Cara Pria Menghadapi Stres

0 komentar
STRES
Stres merupakan ungkapan modern yang sering digunakan untuk menggambarkan perasaan saat menghadapi keadaan yang menyusahkan atau menekan. Saat ini stres tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik akibat tekanan pekerjaan, keadaan lingkungan ataupun adanya masalah pribadi. Baik pria dan wanita mempunyai resiko yang sama untuk mengalami stres, tetapi ternyata mereka dapat mempunyai reaksi yang berbeda dalam menghadapi stres tersebut.
PERBEDAAN PRIA & WANITA DALAM MENGHADAPI STRES
Salah satu prilaku dasar yang berbeda antara pria dan wanita adalah cara mereka dalam menghadapi stres. Dimana pria cenderung lebih memilih jalan yang tak sehat untuk mengatasi stres dibandingkan wanita. Berdasarkan hasil penelitian dari UCLA pada tahun 2002 (UCLA Study On Friendship Among Women), diketahui bahwa pada saat menghadapi stres, pria lebih sering merespon dengan cara fight-or-flight sedangkan wanita merespon dengan cara tend-and-befriend.
Fight-or-flight vs. Befriending
Respon Fight artinya pada saat seseorang mengalami stres, maka dia akan menanggapi dengan melakukan tindakan agresif, baik melalui kata-kata ataupun tindakan sedangkan respon flight berarti bahwa saat menghadapi stres, individu tersebut cenderung untuk menyendiri atau melarikan diri dari masalah tersebut. Contoh: Saat seorang pria yang mengalami kejadian stres di kantornya pulang ke rumah, maka ia cenderung ingin menyendiri (tidak mau berinteraksi dengan anggota keluarga lain) atau bahkan bila stres yang dialaminya berat, maka ia dapat melampiaskannya pada anak & istrinya.
Sedangkan pada wanita apabila mengalami stres, mereka cenderung untuk lebih menyibukkan diri merawat/mengasuh keluarga (tend) dan bercerita kepada teman ataupun keluarga perihal masalahnya tersebut (befriend). Contoh: Bila seorang ibu mengalami kejadian stres di kantornya, maka ia akan mengatasi stres tersebut dengan cara memfokuskan perhatiannya pada anak-anak atau berbagi cerita dengan teman serta anggota keluarga lainnya.
Pria Beresiko Tinggi Akibat Stres
Pria lebih rentan untuk mengalami efek samping kesehatan akibat stres dibanding wanita, karena pria cenderung untuk menderita beberapa hal yang berkaitan dengan stres seperti hipertensi, prilaku agresif, penyalahgunaan alkohol ataupun obat terlarang. Wanita lebih terlindungi dari hal tersebut karena prilaku mereka yang cenderung lebih dekat ke keluarga & teman saat mengalami stres melindungi mereka dari efek buruk stres.
Pengaruh Hormon Terhadap Respon Stres pada Pria dan Wanita
Oksitosin, sebuah hormon yang terdapat pada pria dan wanita yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai bentuk respon terhadap stres, terbukti mempunyai efek menenangkan pada tikus & manusia, membuat rasa gelisah berkurang & menjadi lebih mudah berbaur dengan sekitarnya. Hormon pada laki-laki terlihat lebih meminimalkan efek dari oksitosin tersebut, sedangkan hormon pada wanita yaitu estrogen memperkuat efek oksitosin beberapa kali lipat.
AKIBAT DARI STRES
Stres dapat mempengaruhi seluruh tubuh, menurunkan daya tahan tubuh serta meningkatkan resiko untuk terkena penyakit lain mulai dari penyakit ringan seperti flu sampai penyakit berat seperti kanker. Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat meningkat akibat stres:

  • Psoriasis.
  • Eksim.
  • Gangguan pencernaan.
  • Diabetes.
  • Asma.
  • Penyakit jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Rambut rontok.
  • Masalah seksual, termasuk diantaranya disfungsi ereksi (impoten).

Selain itu gangguan karena stres juga dapat menyebabkan kerugian secara materi karena berkurangnya produktivitas kerja.
CARA TERBAIK BAGI PRIA MENGHADAPI STRES
Stres merupakan salah satu hambatan terbesar bagi seseorang untuk dapat merasa bahagia & meraih sesuatu. Akan tetapi sayangnya, cukup banyak juga orang yang tidak dapat mengatasi stres secara tepat. Pria lebih cenderung untuk menyembunyikan masalah stres, hal ini bisa jadi akibat pengaruh lingkungan juga yang sering mengkondisikan bahwa pria harus selalu terlihat kuat dan tidak boleh terlihat lemah.
Menurut Richard Driscoll, PhD, pengarang buku The Stronger Sex, pria harus lebih terbuka untuk mencari bantuan apabila mengalami masalah & tidak berusaha untuk menyembunyikan masalah tersebut. Hal ini penting karena dapat melindungi pria dari pengaruh buruk akibat stres. Selain itu perlu dilakukan pendekatan yang lebih simpatik lagi terhadap pria, terutama mereka yang beresiko besar untuk mengalami stres. Beliau juga menyarankan supaya pria dapat belajar cara mempertahankan diri terhadap stres yaitu sebuah proses yang disebut mental shielding, dimana pria dapat mengembangkan kemampuan diri untuk tetap tenang saat menghadapi stres.
Terakhir, Richard Driscoll, PhD menyarankan kepada para keluarga sedini mungkin untuk memberikan pengertian kepada anak-anaknya terutama anak laki-laki, kesulitan-kesulitan yang dapat mereka hadapi serta cara untuk mengatasinya.
newer post

Depresi Pada Remaja

0 komentar
Seorang remaja yang terlihat tidak gembira merupakan hal yang biasa. Namun, perlu diwaspadai bila perasaan tidak bahagia tersebut terus berlanjut sampai lebih dari dua pekan. Ada banyak alasan mengapa seorang remaja merasa tidak bahagia. Lingkungan yang penuh tekanan dapat memicu depresi. Dengan adanya depresi, dapat muncul perasaan merasa bersalah, menurunnya performa di sekolah, interaksi sosial, menyimpangnya orientasi seksual, maupun terganggunya kehidupan remaja di keluarganya.

Depresi merupakan gangguan serius yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, perilaku, dan kesehatan secara umum. Depresi tidak mengenal usia. Tua, muda, dewasa, bahkan remaja bisa terkena depresi. Dengan dipicu permasalahan sepele, bisa saja remaja yang mengalami depresi melakukan hal-hal yang tidak dibayangkan orang umum. Yang paling membahayakan dari depresi adalah munculnya ide bunuh diri atau melakukan usaha bunuh diri.
Definisi Depresi
Depresi merupakan suatu gangguan mental yang spesifik yang ditandai dengan adanya perasaan sedih, putus asa, kehilangan semangat, merasa bersalah, lambat dalam berpikir, dan menurunnya motivasi untuk melakukan aktivitas.
Gejala Depresi
Perhatikan tanda-tanda berikut untuk mengetahui adanya depresi pada remaja:

  • Merasa sedih, cemas, dan tidak memiliki harapan
  • Tidak nafsu makan, atau banyak makan yang menyebabkan penurunan maupun kenaikan berat badan dalam waktu singkat
  • Terjaga di malam hari, namun tidur sepanjang siang
  • Menarik diri dari teman-temannya, murung
  • Aktivitas dan prestasi di sekolah menurun, menurunnya motivasi dan minat
  • Mudah marah dan tersinggung, menjadi sensitif terhadap kritikan
  • Rendah diri dan merasa sangat bersalah
  • Konsentrasi menurun, sulit mengambil keputusan
  • Adanya perubahan dalam kebiasaan makan maupun tidur
  • Memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri

Jika tanda tersebut terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu, sebaiknya segera dikonsultasikan pada tenaga kesehatan. Treatmen yang dilakukan dapat berupa terapi dengan cara berbicara, maupun menggunakan obat.
Pengobatan Depresi Pada Remaja
Terdapat berbagai metode terapi yang dapat dilakukan bagi remaja yang mengalami depresi. Tenaga kesehatan akan mempertimbangkan metode yang tepat bagi masing-masing individu. Diantaranya dengan menggunakan cognitive behavioral therapy, psychodinamic psychotherapy, interpersonal psychoterapy, terapi supportif ataupun menggunakan obat-obatan.
Masukan bagi Orang Tua
Menjadi orang tua dari seorang remaja merupakan suatu tantangan tersendiri. Beberapa teknik komunikasi akan sangat diperlukan dan membantu orang tua dalam membasarkan anak remaja.

  • Ketika mendisiplinkan anak, tidak dengan cara menghukum dan membuatnya malu. Ganti hukuman dengan membantu anak memberikan solusi dengan cara yang baik. Hukuman dan rasa malu dapat membuat seorang remaja merasa tidak berguna.
  • Biarkan anak remaja anda melakukan kesalahan. Sikap overproteksi atau orang tua yang selalu mengambil keputusan membuat remaja membuat mereka yakin bahwa mereka tidak memiliki kemampuan. Hal ini dapat membuat kepercayaan dirinya berkurang. Berikan ruang bagi remaja untuk ‘bernafas’. Jangan mengharapkan mereka melakukan sesuatu sama persis sesuai keinginan orang tua.
  • Tidak memaksa anak untuk memiliki kegiatan dan pengalaman yang sama dengan anda sewaktu remaja dahulu.
  • Jika anda mencurigai bahwa anak mengalami depresi, berikan waktu untuk mendengarkan masalahnya. Meskipun ana berfikir bahwa masalahnya bukanlah permasalahan serius. Membuka komunikasi antara orang tua dan anak merupakan hal penting, apalagi ketika anak memperlihatkan gejala menutup diri.
  • Luangkan waktu untuk mendengarkan masalah mereka tanpa kritikan ataupun menghakimi. Jangan pula meremehkan apa yang mereka rasakan, kadang remaja mempunyai reaksi yang berlebihan terhadap suatu masalah tetapi sebaiknya orang tua coba mengerti bahwa apa yang mereka rasakan benar terjadi.
  • Kadang remaja tidak mencari saran ataupun solusi atas masalah mereka, lebih kepada dukungan dan penerimaan saja, jadi apapun yang terjadi yakinkan sang remaja bahwa anda akan selalu mendampingi dan membantu mereka kapanpun diperlukan.
  • Begitu sang remaja merasa siap untuk menyampaikan masalah mereka, jangan potong dengan interupsi ataupun berusaha mengatur, dengarkan saja cerita mereka.

Bila memang masalah yang terjadi sudah diluar kemampuan sang remaja dan anda sendiri, beritahukan kepada mereka tentang kemungkinan kondisi yang ada serta diskusikan cara alternatif lain supaya masalahnya dapat terbantu.
newer post

Bahaya Demam Dengue (DD) & Demam Berdarah Dengue (DBD)

0 komentar
Musim Hujan Musim Penyakit Bertebaran
Memasuki musim hujan, maka banyak penyakit yang mulai menyebar di masyarakat seperti demam berdarah, chikungunya, diare, filariasis dll. Demam berdarah dan chikungunya merupakan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk, dimana untuk demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang banyak menelan korban di Indonesia.
DKI Jakarta sendiri pernah mengalami kejadian luar biasa demam berdarah pada tahun 2007 lalu, dimana sejak bulan Januari - 8 April 2007 tercatat 10.942 kasus demam berdarah dengan jumlah kematian mencapai 41 pasien. Kematian pasien sendiri biasanya terjadi karena keterlambatan penanganannya akibat pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi yang kritis dan membahayakan.
Demam dengue merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue & disebarkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi dengan virus dengue tersebut. Demam dengue sendiri terbagi menjadi 2 yaitu demam dengue (DD) & demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih parah dari demam dengue, dimana pendarahan & syok terkadang dapat terjadi yang berakibat pada kematian.
Penyakit ini ditandai dengan timbulnya demam yang tinggi mendadak, sakit perut, muntah, dan sakit kepala, dimana untuk demam berdarah dengue biasanya disertai dengan gejala lain yaitu terjadinya pendarahan yang biasanya akan muncul pada hari ke 3-5 paska demam & syok akibat pendarahan.
Berikut adalah gejala lengkap demam dengue & demam berdarah dengue :
Demam dengue :

  • Demam tinggi mendadak secara terus menerus.
  • Sakit kepala terutama dibagian dahi.
  • Sakit di bagian belakang bola mata.
  • Sakit pada bagian tubuh atau sendi.
  • Mual / muntah.
  • Muka kemerahan.

Untuk demam berdarah dengue & syok gejalanya serupa dengan gejala demam dengue, namun disertai dengan tambahan kondisi sebagai berikut :

  • Sakit / nyeri pada ulu hati yang terus menerus.
  • Pendarahan pada hidung, mulut, gusi atau memar pada kulit.
  • Muntah yang terus menerus, kadang disertai dengan darah.
  • Kotoran feses yang berwarna kehitaman, akibat terjadinya pendarahan di organ dalam.
  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Kulit yang pucat & dingin.
  • Penurunan kesadaran & mengantuk.

Bintik-bintik merah pada pasien demam berdarah yang tidak hilang saat kulit di regangkan. Bintik-bintik merah pada pasien demam berdarah yang tidak hilang saat kulit di regangkan


Penanganan DD & DBD
Sampai saat ini belum ada pengobatan yang spesifik yang dapat mengatasi demam berdarah dengue. Meskipun demikian pengobatan secara dini akan dapat meredakan gejala yang timbul & dapat mencegah terjadinya komplikasi serta kematian. Untuk mengobati demam, sakit kepala & nyeri sendi, paracetamol merupakan obat yang di rekomendasikan oleh WHO, kemudian tranfusi darah & trombosit dapat dilakukan apabila terjadi pendarahan masif. Jika satu atau lebih gejala demam dengue atau demam berdarah dengue timbul, maka disarankan untuk segera membawa pasien ke rumah sakit, terlebih lagi setelah hari pertama & kedua paska demam yang biasanya merupakan fase kritis dari penyakit ini. Untuk mencegah terjadinya dehidrasi akibat demam maka sebaiknya berikan cairan terus menerus pada pasien, baik berupa air putih, oralit, jus buah dll.
Selain itu yang penting adalah untuk menjauhkan pasien dari nyamuk supaya tidak menyebarkan penyakit tersebut kepada orang lain.
Tindakan Pencegahan yang Dapat di Lakukan
Saat ini, metode utama yang digunakan untuk mengontrol dan mencegah terjadinya demam berdarah dengue adalah dengan melakukan pemberantasan terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar virus dengue.
Nyamuk Aedes aegypti ini dapat berada di dalam rumah ataupun luar rumah. Di dalam rumah biasanya nyamuk tersebut suka bersembunyi di tempat yang gelap seperti di lemari, gantungan baju, di bawah tempat tidur dll. Sedangkan apabila di luar rumah nyamuk Aedes aegypti tersebut menyukai tempat yang teduh & lembab. Nyamuk betinanya biasanya akan menaruh telur-telurnya pada wadah air di sekitar rumah, sekolah, perkantoran dll, dimana telur tersebut dapat menetas dalam waktu 10 hari.
Oleh sebab itu gerakan 3 M (menguras bak air, menutup tempat-tempat yang berisi air & mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi genangan air) sangat penting untuk dilakukan, bukan hanya oleh pemerintah saja melainkan oleh semua anggota masyarakat supaya nyamuk Aedes aegypti tersebut dapat dibatasi keberadaannya.
newer post

Anda Mendengkur? Waspadai Resiko Penyakit Jantung

0 komentar
Jika anda sering mendengkur dan merasakan kantuk di siang hari, anda mungkin mengalami kondisi yang disebut dengan gangguan mendengkur atau “apnea tidur”. Walaupun ini mungkin juga efek samping dari suatu penyakit asma dan diabetes, apnea tidur seringkali tidak terdiagnosa sebagai “suatu epidemik tersembunyi”.
Apa Sebenarnya Gangguan Mendengkur atau Apnea Tidur (OSA/Obstructive Sleep Apnea)? Umumnya, otot-otot yang mengendalikan lidah dan jaringan lunak langit-langit mulut akan menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur. Jika otot-otot itu terlalu rileks, saluran pernapasan jadi menyempit dan ini mengakibatkan orang tidur mendengkur. Jika saluran pernapasan tersebut semakin menyempit, akan mengakibatkan kesulitan dalam bernapas. Kadang-kadang, saluran pernapasan jadi tertutup sama sekali sehingga orang tersebut menjadi berhenti bernafas atau mengalami apa yang disebut dengan “gangguan apnea tidur”. Ini dapat berlangsung selama sepuluh detik atau lebih. Hal ini dapat terjadi berulang-ulang kali bahkan bisa ratusan kali selama tidur.
jika sering mengalami apnea tidur, maka kita akan berusaha untuk dapat bernapas, menjadikan otak dan jantung bekerja lebih keras. Jika dari malam ke malam tidur terganggu seperti ini, maka tubuh akan mengalami semacam kelelahan yang mempengaruhi kualitas hidup, pekerjaan dan juga hubungan pertemanan. Pasangan kita mungkin juga sering memperhatikan saat tidur dan melihat gejala-gejala apnea tidur pada diri kita, dimana tidur mendengkur kemudian sempat diam sesaat, lalu mungkin mendengkur kembali dengan suara dengkur yang sangat keras dan diikuti tarikan napas panjang dan dalam, dan menarik napas kembali.
Bagaimana Mengenali Gangguan Mendengkur atau Apneu Tidur (OSA / Obstructive Sleep Apnea)?
Gejala-gejala yang dapat dikenali untuk gangguan mendengkur atau Apnea tidur (OSA / Obstructive Sleep Apnea) ini sebagai berikut:
  • Rasa kantuk yang berlebihan di siang hari – Kebanyakan orang yang mengidap gangguan mendengkur atau apnea tidur merasa sangat lelah pada siang hari. Mereka bahkan dapat tertidur ketika sedang bekerja, berkendara, sedang berdiskusi, sedang membaca atau menonton TV.
  • Dengkuran yang keras – Kebanyakan orang yang mengidap gangguan mendengkur atau apnea tidur mendengkur dengan keras. Sering sekali diselingi dengan tarikan napas panjang yang spontan dan cepat.
  • Mudah tersinggung – diakibatkan kurang tidur dan stres untuk menjalani hidup normal, penderita gangguan mendengkur atau apnea tidur seringkali menjadi mudah tersinggung. Konsekuensi yang lebih serius berkaitan dengan OSA termasuk depresi, tekanan darah tinggi, gangguan jantung yang serius, masalah seksual, kehilangan daya ingat, kemerosotan intelektual dan sakit kepala di pagi hari.
Siapa Saja yang Beresiko Mengidap Gangguan Mendengkur atau Apnea Tidur?
Penderita gangguan mendengkur atau apnea tidur mencapai 10% populasi orang dewasa. Dapat juga ditemukan pada berbagai usia mulai dari bayi yang baru lahir sampai orang dewasa, baik pria maupun wanita.
Resiko Serius Bagi Kesehatan Anda?
Riset terakhir menunjukkan bahwa gangguan mendengkur dan apnea tidur berkaitan erat dengan penyakit-penyakit serius. Perawatan yang diabaikan bisa menimbulkan resiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes dan depresi.

  • Lebih dari 35% orang-orang yang mengalami gangguan mendengkur atau apnea tidur menderita tekanan darah tinggi, yang meningkatkan resiko penyakit jantung. (1)
  • Secara signifikan, 83% pasien menderita tekanan darah tinggi berkelanjutan meskipun mereka meminum tiga jenis atau lebih obat-obatan, juga mengidap gangguan mendengkur atau apnea tidur (2)
  • Hampir 70% orang-orang yang pernah terkena stroke, menderita gangguan mendengkur atau apnea tidur (3)
  • Seseorang yang menderita gangguan mendengkur atau apnea tidur memiliki rasio kecelakaan berkendaraan tujuh kali lebih tinggi (4) dibandingkan yang tidak memiliki gangguan tersebut.
  • OSA atau apnea tidur berhubungan dengan hampir lima kali lipat peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler terlepas dari tingkat usia, indeks masa tubuh, tekanan darah sistolik & diastolik, dan kebiasaan merokok pada saat ini. (5)

Dapatkah Kondisi Ini Diobati?
Terapi yang paling umum untuk pengobatan gangguan mendengkur atau apnea tidur adalah penggunaan nasal Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), dimana terapi ini tidak membutuhkan pemberian obat atau pembedahan. Alat CPAP mengalirkan udara dalam tekanan tertentu melalui sebuah masker hidung yang ukurannya dapat disesuaikan sehingga menjamin kenyamanan terapi. Tekanan udara yang dialirkan seperti “balutan udara” yang berfungsi untuk menjaga saluran udara tetap terbuka dan mencegah penyumbatan jalan napas.
Jika Anda atau keluarga Anda merasakan salah satu gejala gangguan mendengkur atau apnea tidur ini, mintalah dokter Anda untuk merujuk atau mereferensikan Anda ke klinik pemeriksaan tidur atau rumah sakit yang mempunyai fasilitas untuk memastikan apakah Anda mengidap gangguan mendengkur atau apnea tidur tersebut.
Rujukan

  1. Worsnop dkk.Am J Respir Crit Care Med.1998
  2. Logan dkk.J Hypertension.2001
  3. Bassetti dkk.Sleep.1999
  4. Young T,Blustein J,dkk.Sleep.1997
  5. Peker dkk.Am J Respir Crit Care Med 2000


Tentang dr. Dyta Harlita 
dr. Dyta Harlita merupakan dokter umum kelahiran Bandung yang lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro tahun 2005 & saat ini bermukim di Denpasar, Bali serta mengelola sebuah klinik swasta di sana.
newer post

Anak Autis Bisa Masuk Sekolah Umum, Asal...

0 komentar

Anak- anak dengan kebutuhan khusus seperti autis biasanya disekolahkan di sekolah inklusi atau justru melakukan belajar di rumah (home scholing) untuk menyesuaikan dengan keterbatasan intelegensia mereka. Namun bukan berarti anak autis tidak dapat bersekolah di sekolah umum. Apabila sudah memenuhi standar komunikasi, perilaku, dan emosi tak bukan tidak mungkin anak autis dapat sekolah di sekolah umum.
Menurut Tri Gunadi, OT, S.Psi, konsultan anak berkebutuhan khusus Yayasan Medical Exercise Therapy (YAMET), ada tiga hal utama yang harus dimiliki anak autis sebelum ia belajar di sekolah umum, yakni anak mampu berkomunikasi verbal dan non verbal, gangguan perilaku sudah hilang, serta tidak ada lagi gangguan emosi.
"Kemampuan verbal klasikal maksudnya anak bisa memahami perkataan orang lain. "Misalnya, ada guru berkata,"Nak ayo buka bukunya di halaman 6, maka anak mampu melakukannya," kata Tri. Sementara itu gangguan emosi yang dimaksud ialah anak tidak egois atau mau menang sendiri. "Misalnya ada anak yang di suruh duduk tidak mau, maunya main puzzle. Nah, itu menunjukkan emosinya masih tinggi sehingga bisa disebut masih bermasalah," katanya.
Syarat lainnya adalah anak mampu tidak mendistraksi atau terdistraksi anak lain. Ini berarti anak tidak mengganggu dan terganggu oleh anak lain. "Jangan sampai anak justru mengganggu temannya yang sedang belajar," katanya yang ditemui di acara Autism & Friends:Talent and Art Showcase, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebelum orangtua memutuskan untuk memasukkan anaknya di sekolah umum, Tri juga menyarankan agar anak memiliki kemampuan akademis, meski hal ini sebenarnya bisa dikejar setelah anak masuk sekolah.
Gayatri Pamoedji, aktivis dan pendiri Masyarakat Peduli Autis Indonesia mengungkapkan, karena keterbatasan anak autis dalam kemampuan bersosialisasi, sebaiknya orangtua berhati-hati dalam memutuskan kapapn anak autis masuk sekolah. Jangan sampai karena orangtua terburu-buru mendaftarkan anaknya di sekolah (padahal anak belum mampu) anak menjadi trauma dan takut akan lingkungan sekolah untuk seterusnya. "Pada prinsipnya anak bisa bersosialisasi kalau ia sudah mampu dan mau," katanya.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara orangtua dan sekolah merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan anak. "Berawal dari apa yang perlu dikomunikasikan orangtua pada pihak sekolah, buatlah daftar kemampuan dan kesulitan yang dihadapi anak sehari-hari. Daftar ini lalu dibicarakan dengan guru kelas dan kepala sekolah agar sekolah lebih siap mengantisipasi kebutuhan dan dukungan yang dibutuhkan anak," kata wanita yang putra sulungnya juga menyandang autis ini.
Sumber: KOMPAS health
newer post
newer post older post Home